Pilihan Bahan Hammock yang Bagus, Cek Perbandingannya!
sfidnfits.com – Ketika berniat untuk membeli hammock, banyak orang terburu-buru dalam memilih dengan alasan mereka tidak sabar untuk bersantai di bawah langit yang indah dan menghirup udara luar yang segar.
Namun, sikap yang terburu-buru tidak menghasilkan yang terbaik, yang mana hal ini menyebabkan seseorang tidak mendapatkan hammock yang sesuai. Dalam memilih hammock ada hal utama yang harus dipertimbangkan, seperti jenis hammock dan bahan hammock.
Pilihan Bahan Hammock yang Bagus, Cek Perbandingannya!
Sama seperti semua barang, hammock terbuat dari berbagai jenis bahan yang berbeda. Untuk mendapatkan yang terbaik sesuai dengan kebutuhan pemakaianmu, kamu harus tahu bahan apa saja yang bagus untuk hammock dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
Nah, di sini kamu bisa menggali informasinya secara lengkap dan membuatmu tahu bahan terbaik untuk hammock. Jadi, baca terus artikel ini!
Hammock kain dan tali
Dalam bentuknya yang paling sederhana, hammock dapat dibuat dari 2 macam, yaitu kain atau tali.
Ketika kamu membayangkan hammock, kamu mungkin membayangkan hammock tali yang dipasang di pinggir pantai. Hammock tali biasanya dibuat dengan katun atau polyester dalam tenunan terbuka yang memungkinkan angin mengalir melalui lubang.
Selain dari tali, hammock juga dapat dibuat dengan kain. Ada banyak jenis bahan yang digunakan untuk hammock, seperti katun, polyester, nylon, kanvas, dan sutra. Bahan-bahan tersebut tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya, dan di sini kita akan membahasnya lebih lanjut.
Bahan hammock yang paling umum digunakan
Hammock dibuat dengan bahan yang berbeda satu sama lain, dan ini menentukan daya tahan, ketahanan cuaca, dan kenyamanan. Mari simak perbandingan bahannya satu persatu agar kamu bisa lebih gampang dalam memilih bahan hammock yang bagus.
1. Katun
sumber gambar: yandex.com
Katun adalah salah satu bahan paling populer yang digunakan pada hammock kain dan tali. Bahan ini memiliki sifat yang sedikit melar, dan ini merupakan pilihan bagus untuk hammock karena fleksibel mengikuti bentuk tubuhmu saat kamu bersantai atau tiduran di atasnya.
Selain itu, umumnya hammock dengan bahan katun memiliki warna-warna cerah yang jauh lebih menarik dengan teksturnya yang lebih lembut.
Kelebihan lainnya dari katun adalah memiliki sifat breathable yang membuatnya mempu menyerap kelembaban. Juga, menjadikannya bahan yang mudah dicuci. Poin penting dari katun adalah jenis bahan ini murah dan itulah mengapa membuatnya menjadi bahan yang populer.
Namun, perlu diingat bahwa hammock yang terbuat dari bahan katun tidak boleh ditinggalkan di luar ruangan untuk waktu yang lama, terutama di bawah sinar matahari langsung dan hujan karena rentan terhadap jamur dan membuatnya tidak awet.
2. Katun organik
sumber gambar: yandex.com
Beberapa hammock terbuat dari bahan katun organik, dan tentu saja ini berbeda dari katun biasa. Katun organik memiliki sifat berkelanjutan, yang dapat didaur ulang dan lebih ramah lingkungan.
Bukan hanya itu saja, katun organik memiliki lebih sedikit kerusakan pada serat, yang mana ini menghasilkan produk akhir yang jauh lebih nyaman. Karena tidak ada pestisida atau bahan kimia yang digunakan dalam prosesnya, tentu ini pilihan yang jauh lebih baik untuk kulitmu.
Bahan ini adalah pilihan yang cocok untuk mereka yang memiliki kulit sensitif, anak kecil dan bayi. Pilihan warnanya pun bervariasi, ada yang diwarnai dengan warna-warna cerah yang menarik dan warna polos dari asal bahan itu sendiri.
3. Polyester
sumber gambar: yandex.com
Polyester adalah bahan populer lainnya yang digunakan pada hammock kain dan tali. Menjadi bahan sintetis, polyester jauh lebih tahan lama dan tahan cuaca daripada bahan katun. Hanya saja, hammock polyester tidak fleksibel dibandingkan katun.
Bahan polyester sangat mudah perawatannya, tidak menyerap banyak air sama sekali sehingga sangat tahan terhadap jamur dan cepat kering setelah basah. Tentunya ini adalah pilihan bahan yang baik jika kamu akan membiarkan hammock menggantung di luar ruangan dengan berbagai macam cuaca.
Meski begitu, hammock memiliki sifat Oleophilic, yang mana ini berarti dapat menyerap minyak, termasuk minyak dari kulitmu. Seiring waktu, hammock berbahan polyester mungkin sedikit berbau dan warnanya juga memudar.
4. Nylon
sumber gambar: yandex.com
Nylon adalah salah satu serat sintetis paling awal yang ditemukan dan umumnya lebih kuat dari polyester. Jenis bahan ini biasanya tidak dibuat untuk hammock yang digunakan sehari-hari karena lebih mahal diproduksi daripada polyester dan katun.
Namun, nylon sangat populer untuk hammock kemah karena sangat tahan lama. Dan, biasanya ketahanan ini diperkuat menggunakan proses yang disebut Ripstop. Di sinilah serat tambahan dijalin melalui serat asli untuk menambah kekuatan dan mencegah robekan.
Selain itu, nylon cenderung menyerap lebih banyak air daripada polyester sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk mengering. Namun, kamu akan menemukan banyak hammock nylon akan memiliki lapisan tambahan di atasnya untuk menambah ketahanan cuaca ekstra.
5. Parachute silk
sumber gambar: yandex.com
Parachute silk adalah versi nylon, tetapi terbuat dari benang yang sangat tipis dan terkenal karena sangat halus dan berkilau jika disentuh. Umumnya, parachute silk sangat ringan dan mudah dilipat ke dalam ukuran kecil.
Selain itu, karena terbuat dari benang tipis, jenis bahan ini cenderung lebih cepat kering daripada bahan nylon biasa. Meski parachute silk lebih tipis, tapi penggunaannya dalam hammock sangat kuat dan nyaman.
Ketahanan sobek dan kemampuan breathable adalah fitur menguntungkan lebih lanjut dari hammock yang terbuat dari parachute silk, di mana ini memastikan hammock tahan lama dan nyaman digunakan bahkan pada siang dan malam yang lebih hangat. Ini juga yang membuatnya lebih populer digunakan oleh pekemah, backpacker, atau aktivitas di alam bebas.
6. Kanvas
sumber gambar: yandex.com
Bahan hammock terakhir yang banyak digunakan adalah kanvas. Kanvas sebenarnya adalah jenis kain katun lain, tetapi cara pembuatannya memberikan sifat yang sangat berbeda dengan hammock katun biasa.
Pada jenis kanvas, katun ditenun polos bersama dengan PVC, yang mana ini membuat bahan jauh lebih tahan lama. Dan, itulah sebabnya bahan kanvas populer untuk digunakan dalam produk luar ruangan, seperti ransel, tenda, dan hammock.
Bahannya bagus dan tebal yang dapat memberikan insulasi yang sangat dibutuhkan untuk menahan panas di hari yang lebih dingin, atau menahannya di hari yang lebih hangat.
Selain itu, hammock kanvas bisa sangat cerah karena bahannya menahan warna dengan sangat baik dan bahannya juga tahan UV, jadi tidak luntur seiring waktu. Layaknya bahan katun, hammock kanvas juga menyerap air sehingga perlu dirawat dan tidak boleh ditinggalkan saat hujan.
Ketika kamu memilih bahan hammock yang bagus, pastikan kamu tahu kebutuhanmu dalam pemakaiannya. Ada pilihan yang bagus digunakan untuk bersantai di rumah saja, dan ada pilihan yang bagus untuk di luar ruangan atau alam bebas.
Semua jenis bahan disertai dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jadi, pastikan kamu memertimbangkannya dengan pasti agar tidak salah memilih dan membeli.
Referensi:
Hammocksonline. HAMMOCK MATERIALS.
Thathammocklife, (2020). What’s the Best Material For a Hammock? (6 Main Fabrics Compared).
Hammockshopuk. Hammock Fabric Guide.
Related Products You Must Have
FITS Premium Single Nest Hammock
FITS Steel Base Folding Table
FITS Portable Camping Folding Chair